Selasa, 17 September 2013
3D Nina Manjali
Diposting oleh
Dannie Faizal
di
08.08
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Dannie Faizal,
Manjali
Minggu, 05 Mei 2013
#KepoinPenulis: Dannie Faizal
Yeay, ini dia video interaktif yang dibikinin sama Bukune akhirnya tayang di Youtube.
Sebulan yang lalu, kira-kira tanggal 9 April, gue diundang ke kandangnya Bukune buat bikin video dalam rangka program #KepoinPenulis. Gue datang tentunya dengan langkah sotoy, muka pede yang berlebihan, dan tanpa persiapan. Jelas aja gue pede sebab gue pikir ngomong di depan kamera nggak bakal susah, mirip kaya presentasi aja. Apalagi gue udah sering banget ngeliat para presenter Metro TV beraksi di depan kamera, jadi sedikit banyaknya gue udah belajar mengenai gestur dan artikulasi.
Gila, ternyata ngomong depan kamera nggak segampang yang gue bayangkan! Akibat kesotoyan gue ini, beberapa tim Bukune kena getahnya. Mereka jadi pada pegel nungguin gue yang terus-terusan mengulang banyak adegan akibat terlalu gugup, artikulasi keserimpet, sampe gemetaran. Alhasil, untuk take video yang durasinya cuma 6 menit ini, gue menghabiskan waktu sampe dua jam.
Hahaha, akhirnya video ini kelar juga diedit dan beberapa scene yang salah justru dijadiin bahan becandaan sama si Didit, editor videonya Bukune. Salut! Gue bahkan dibuat muak melihat muka gue sendiri :D
Diposting oleh
Dannie Faizal
di
22.26
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Dannie Faizal,
Manjali
Rabu, 01 Mei 2013
Launching Setahun Berkisah
Aneh. Bukannya seharusnya yang punya acara yang pusing mikirin baju dan penampilan? Tapi yang terjadi hari Minggu kemarin justru kebalikannya. Pacar gue yang gue minta buat nemenin ke acara launching-nya buku Setahun Berkisah, justru jumpalitan milih pakaian yang cocok.
Pagi-pagi, seperti biasa gue telponan sama dia. Dari nada bicaranya gue udah tau kalo dia lagi gusar. Gue pikir dia abis berantem sama kakaknya atau apa. Ternyata dia lagi ribet pilih-pilih baju. "Simpel aja, pake jins sama kaos juga nggak apa-apa." Begitu kata gue singkat. Tapi kalimat singkat itu ternyata jadi ruwet. Kata-kata 'simpel, jins, dan kaos' yang gue maksud ternyata berbeda dengan yang ada di pikirannya. Biasa, hal ini sering terjadi dalam hubungan gue sama dia. Gue selalu menganggapnya santai. Gue justru malah seneng, berarti dia tipe cewek yang sangat perhatian sama penampilannya. Bagi gue, itu adalah salah satu hal yang sangat penting dari seorang cewek. Penampilan.
Acara ribet-ribet pilih baju ini ternyata masih berlanjut sampe gue tiba di rumahnya. Gue nunggu setengah jam di sana. Jam sudah menunjukkan pukul 13.30, para penulis Setahun Berkisah seharusnya kumpul pukul 14.00. Gue santai, telat dikit engga apa-apa, pikir gue. Tapi yang panik malah kebalikannya. Gue cuma tersenyum dan meyakinkan dia kalo semua baik-baik aja dan nggak apa-apa kalau sedikit terlambat. Dan benar, sesampainya di Sere Manis, para penulis yang lain justru datang lebih telat.
![]() |
| Ini dia para penulis (minus Dilla) |
Acara akhirnya dimulai pukul 15.00. Pembawa acaranya ternyata si Edo, editor Bukune yang baru. Gue nggak nyangka, pertama kali gue ketemu dia waktu kumpul penulis di Senayan, orangnya pendiam banget. Gue sempet mikir nih orang pasti ansos. Ternyata... waktu bawain acara dia bawel dan luwes banget! Emang kita - lebih tepatnya gue, sering salah ngartiin orang pendiam, dikira dia sombong, ansos, autis, psycho, dan lain-lain. Untungnya si Edo bukan pendiam yang ternyata orang psycho dan suka nyilet-nyilet tangannya di ujung ruangan gelap. Kalo ia, berarti gue punya saingan, hahaha....
Acara bincang-bincang penulis terasa sangat santai, lebih banyak bercanda ketimbang serius.
![]() |
| Diskusi para penulis |
Padahal tema bukunya adalah cinta-cintaan serius. Dari obrolan itu gue juga jadi tahu kalo gue ternyata satu-satunya stranger di antara ke-8 penulis lain. Mereka semua sudah saling kenal dan berteman sejak lama. Cuma gue satu-satunya cabutan. Gue dicabut gara-gara di buku Setahun Berkisah ada tema Halloween. Menurut mereka, terutama Fial, editor senior Bukune, gue cocok menulis tema itu. Sebab gue berpengalaman menulis cerita Manjali yang suram, sadis, dan seram. Sialan, berarti cap diri gue yang 'psycho-suram' udah melekat banget di benak semua orang. Selain itu, gue juga satu-satunya yang bukan buzzer twitter. Gue adalah penulis yang paling anteng di twitter.
![]() |
| Sotoy banget gaya gue |
Acara kemudian ditutup dengan sesi penandatanganan buku. Weits, ini bagian yang paling gue suka, sebab gue jadi berasa artis: dimintai tanda tangan plus foto bareng. Kampungan banget ya gue. Untungnya gue nggak jadi gugup dan melakukan tindakan yang aneh-aneh saat sesi foto bareng, misalnya tiba-tiba gue pipis di celana atau tiba-tiba terserang kram leher.
Ada satu hal lagi yang bikin gue semangat, ketika gue sedang ngobrol-ngobrol sama tim Bukune, gue dapet tawaran buat nulis Peter Pan Syndrome. Cerita tentang permasalahan klasikpara cowok
![]() |
| Pose bersama Manjalians nyasar |
di seluruh dunia, yaitu pendewasaan. Gue merasa nggak bakal kesulitan buat nulis ini karena gue sendiri pernah mengalami ini: berperang melawan diri sendiri untuk mencapai kedewasaan. Jadi, setelah maraton nulis dua stok novel roman gue selesai, gue langsung garap buku ini.
Ok, siap-siap tunggu novel gue berikutnya ya. Novel roman dan Peter Pan Syndrome!
01/05/2013
Dannie Faizal
![]() |
| Para penulis dan tim Bukune |
![]() |
| Halloween, ini dia cerita gue. |
Diposting oleh
Dannie Faizal
di
02.03
3
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Dannie Faizal,
Novel
Kamis, 18 April 2013
Setahun Berkisah Terbit!!
Ini dia anak ke-6 gue!
Kali ini gue berkesempatan berkolaborasi dengan buzzer-buzzer Twitter kelas kakap Indonesia nih. Buku ini berisi tentang 8 novel pendek tentang cinta, pada 8 hari raya, dan diceritakan oleh 8 penulis. Ada Wira Triasmara, Roy Saputra, Anita Prabowo, Maradilla Syachridar (yg ini ternyata juga komikus lho), Pribadi Pranata, Faizal Reza, Twelvi Febrina, dan gue sendiri Dannie Faizal.
Kali ini gue berkesempatan berkolaborasi dengan buzzer-buzzer Twitter kelas kakap Indonesia nih. Buku ini berisi tentang 8 novel pendek tentang cinta, pada 8 hari raya, dan diceritakan oleh 8 penulis. Ada Wira Triasmara, Roy Saputra, Anita Prabowo, Maradilla Syachridar (yg ini ternyata juga komikus lho), Pribadi Pranata, Faizal Reza, Twelvi Febrina, dan gue sendiri Dannie Faizal.
Gue sendiri kebagian tema Halloween. Sebenernya agak bingung juga sih waktu gue diminta buat nulis tema ini, gue kan nggak pernah ngerayain Halloween. Kalo main jelangkung-jelangkungan sih pernah. Itu pun waktu SD, gue udah lupa ceritanya. Alhasil gue pontang-panting sana-sini nanya ke teman-teman yang punya pengalaman unik seputar Halloween. Setelah cerita terkumpul, gue lalu menggabungkan cerita-cerita temen-temen gue itu menjadi satu cerita utuh. Dan hasilnya? Cerita cinta yang gue tulis jadi berbau misteri dan suram. Yah, masih nggak jauh-jauh deh dari karakter gue dan Manjali.
Jadi, penasaran nggak? Kalo penasaran buruan curi bukunya di toko buku terdekat. Ingat, beli sebelum Prabowo jadi presiden ya, tar buku-buku gue pasti dibredel. Hehee...
NB: Jangan lupa dateng n rusuhin launchingnya 'Setahun Berkisah' ya, Di Seremanis, Minggu, 28 April 2013, pukul 14.30. “Mari duduk bersama, membicarkan kisahku, kisahmu dan kisah kita”
Dannie Faizal
NB: Jangan lupa dateng n rusuhin launchingnya 'Setahun Berkisah' ya, Di Seremanis, Minggu, 28 April 2013, pukul 14.30. “Mari duduk bersama, membicarkan kisahku, kisahmu dan kisah kita”
Sinopsis Buku:
Aku
mau tidak usah terlalu takut pada akhir dari sesuatu, tak peduli betapa
besar dan berharganya sesuatu itu untukku, karena setiap akhir dari
sesuatu adalah awal yang baru. Aku mau tidak takut pada
kemungkinan-kemungkinan pada masa depan. Aku mau tidak takut memulai
kembali. Aku mau jatuh cinta lagi. Hari ini mengajarkanku tentang semua
itu. selamat Tahun Baru.
Tunjukkan dan rasakan cinta setiap hari, begitu katanya. Tidak peduli pada hari apa, musim apa, kamu selalu bisa merayakannya. Setahun Berkisah berisi delapan pencerita. Dengan keunikan tiap hari raya, latar belakang dan sudut pandang pencerita yang unik, kamu akan ikut dibawa merayakan cinta dengan banyak cara.
Ada banyak cinta pada musim-musim ini. Cinta yang mengharapkan banyak hoki dan peruntungan ketika imlek, cinta yang menunjukkan banyak wajahnya pada Hari Kasih Sayang-Valentine-cinta berselimutkan misteri dalam seramnya suasana Hallowen, sampai cinta yang menemui akhir sekaligus memulai barunya di pergantian tahun.
Rayakan hari ini, karena besok selalu menjadi hari baru, mungkin pula, cinta yang baru.
Diposting oleh
Dannie Faizal
di
22.45
2
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Dannie Faizal,
Novel
Langganan:
Postingan (Atom)















